Penulis : Iyus Rusmana, S.Pd.,M.Pd. (Guru Mapel IPA)

 

A. Latar Belakang

Pembinaan dan pengembangan generasi muda diarahkan untuk mempersiapkan kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, idealisme, kepribadian dan budi pekerti luhur.

Oleh karena itu, pembentukan dan pengembangan wadah pembinaan generasi muda di lingkungan sekolah yang diwujudkan melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) perlu ditata dengan baik, teratur dan terarah.

Kepemimpinan sebagai salah satu fungsi manajemen merupakan suatu kiat atau kewibawaan yang mampu menggerakkan orang lain, baik secara perorangan maupun kelompok dalam suatu organisasi sehingga menimbulkan kemauan dan kemampuan untuk melakukan sesuatu dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Dalam kerangka manajemen, kepemimpinan berfungsi sebagai penggerak atau motivator sumber daya yang ada dalam organisasi  sehingga konsep kepemimpinan sangat perlu untuk dipahami oleh OSIS  sebagai suatu penggerak organisasi yang ada di sekolah tingkat SMP dan SMA. Untuk itu peran OSIS akan berhasil mewujudkan fungsinya apabila didukung adanya kemampuan dan kemauan memimpin dari para pembina, pengurus, perwakilan kelas serta kesadaran dari para anggota OSIS.

Dengan demikian, Kegiatan Pemilihan Pengurus  OSIS mutlak diperlukan untuk:

  1. Menunjang keberhasilan peranan OSIS dalam usaha mendukung terwujudnya Wawasan Wiyatamandala.
  2. Membina, meningkatkan serta lebih memantapkan kepemimpinan pengurus dan anggota OSIS sehingga melahirkan manajemen kepemimpinan OSIS yang berwibawa.

B. TUJUAN

  1. Tujuan Umum

Untuk mengembangkan potensi siswa dalam pengelolaan suatu organisasi yang berada di sekolah (OSIS), dapat meningkatkan peran serta siswa dalam menunjang pengelolaan wawasan wiyata mandala dengan penuh tanggung jawab.

  1. Tujuan Khusus

Untuk meningkatkan peran serta OSIS dalam hal:

  1. Kesadaran terhadap diri pribadi, orang lain, dan lingkungannya.
  2. Kesadaran terhadap berbagai kesulitan yang dihadapi.
  3. Kelenturan dan fleksibilitas mental.
  4. Kecakapan untuk memecahkan masalah.
  5. Kemampuan untuk mengambil keputusan.
  6. Kemampuan akan kemauan untuk bekerja keras.

C. SASARAN

Sasaran adalah seluruh siswa SMP Negeri Satu Atap 1 Salawu Salawu Kab. Tasikmalaya yang diwakili oleh pengurus Organisasi Kelas yaitu Ketua Kelas, Sekretaris dan Bendahara, dan mereka selanjutnya disebut MPK (Musyawarah Perwakilan Kelas) dari semua kelas sebanyak 9 kelas tingkat kelas 7. Jadi jumlah peserta 4 orang x 27 kelas yaitu sebanyak 108 orang.

D. Waktu

Februari 2025

E. Tempat

Kegiatan dilaksanakan di lingkungan Kampus SMP Negeri Satu Atap 1 Salawu Salawu dan sekitarnya.

 F. Materi LDKS

  • Materi Inti
  1. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Kepribadian dan budi pekerti luhur.
  3. Kreatifitas, keterampilan dan kewirausahaan.
  4. Kualitas jasmani dan Kesehatan.
  5. Pendidikan pendahuluan Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan.
  • Materi Pendukung
  • Tugas Pengurus OSIS dari mulai Ketua sampai dengan Sekbid 1 – 8

G. Susunan Panitia

  1. Panitia SMP Negeri Satu Atap 1 Salawu Salawu
  2. Penanggung jawab : Kepala SMP Negeri Satu Atap 1 Salawu Salawu
  3. Ketua Pelaksana             : Wakasek Kesiswaan
  4. Sekretaris : Wakasek Humas
  5. Bendahara : Bendahara BOS
  6. Anggota : 1. Iyus Rusmana, S.Pd., M. Pd
  7. Erwin Nahdiana, S. Pd., M.Pd
  8. Yanyan Heryana, S. Pd.
  9. Panitia Pendamping : Seluruh Pengurus OSIS

H. Pemateri

  1. Iyus Rusmana, S.Pd., M. Pd
  2. Erwin Nahdiana, S. Pd., M.Pd
  3. Yanyan Heryana, S. Pd.
  4. Ali Mutaqin
  5. Kaka Waktura

I. Peserta

Peserta yang mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) adalah Pengurus Organisasi di Kelas 7 & 8.

J. PENUTUP

 Dengan diselenggarakannya Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa diharapkan dapat meningkatkan peran serta siswa dalam menunjang tujuan pendidikan nasional dan dapat meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan atau memimpin suatu organisasi sekolah, sehingga dengan mudah serta efektif dan efisien dalam mengatur manajemen organisasi yang ditetapkan.